DPRD Kukar Siapkan Langkah Bertahap Tangani Jalan Rusak di Muara Jawa Ilir
Komisi III DPRD Kukar
menggelar RDP membahas penanganan Jalan Sukarelawan dan Martadinata di Muara
Jawa Ilir. (Kriz)
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) mengupayakan penanganan Jalan Sukarelawan dan Jalan Martadinata di Kelurahan Muara Jawa Ilir, Kecamatan Muara Jawa, melalui skema pembangunan bertahap.
Untuk tahap awal,
anggaran sebesar Rp5 miliar diusulkan, agar kedua ruas jalan tersebut mulai
ditangani pada 2027.
Upaya tersebut dibahas
dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPRD Kukar bersama Camat Muara
Jawa, Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Perhubungan, serta pihak terkait lainnya
di ruang rapat Komisi III DPRD Kukar, Selasa (20/10/2026).
Sekretaris Komisi III
DPRD Kukar, Fachruddin, mengatakan penanganan kedua ruas jalan itu perlu
direncanakan secara bertahap mengingat panjang jalan dan kebutuhan anggaran
yang cukup besar.
Dalam pembahasan
tersebut, ia mengusulkan agar pengerjaan dapat dilanjutkan setiap tahun hingga
seluruh ruas jalan tertangani.
“Kalau memungkinkan,
penanganannya kita targetkan dalam kurun waktu sekitar lima tahun. Kita lihat
pelaksanaan tahap awalnya, kemudian dilanjutkan sampai pembangunan jalan
tersebut bisa dituntaskan,” ujarnya.
Berdasarkan
pembahasan bersama Dinas PU, kebutuhan anggaran penanganan jalan diperkirakan
mencapai Rp10 miliar per kilometer.
Sementara itu,
panjang Jalan Martadinata sekitar 1,7 kilometer dan Jalan Sukarelawan sekitar
1,3 kilometer, sehingga total panjang kedua ruas tersebut mencapai 3 kilometer.
Dengan perhitungan
tersebut, kebutuhan anggaran ideal untuk penanganan keduanya diperkirakan
mencapai Rp30 miliar.
Ia menegaskan,
penanganan awal tetap perlu dilakukan meskipun anggaran belum mencukupi untuk
pembangunan seluruh ruas jalan.
Menurutnya, kondisi
jalan yang rusak harus segera ditangani agar masyarakat memiliki akses yang
lebih layak.
“Kalau belum bisa
langsung dilakukan semenisasi, paling tidak badan jalannya dirapikan dan
dibentuk terlebih dahulu. Yang penting jalan itu bisa difungsikan dengan baik
sambil menunggu pembangunan lanjutan,” kata dia.
Ia juga menilai akses
jalan yang memadai dapat menunjang aktivitas ekonomi masyarakat, terutama dalam
mengangkut hasil perkebunan.
Selain itu, kawasan
tersebut memiliki potensi pengembangan ekonomi melalui rencana pembangunan
kampung nelayan.
Karena itu, ia
berkomitmen membawa usulan tersebut dalam pembahasan anggaran daerah 2027
bersama Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kukar.
“Besok kami ada rapat
Badan Anggaran. Insyaallah, kami akan menyuarakan agar pembangunan jalan ini
mendapat perhatian dalam penganggaran,” tegasnya.
Sementara itu, Camat
Muara Jawa, Muhammad Ramli, menjelaskan kedua ruas jalan tersebut merupakan
usulan prioritas masyarakat Kelurahan Muara Jawa Ilir.
Kondisi jalan yang
rusak semakin menyulitkan mobilitas warga, terutama ketika air pasang.
“Ketika air pasang,
jalan itu bisa tenggelam sehingga masyarakat tidak leluasa menggunakan jalur
tersebut. Selama ini belum ada penanganan yang memadai, sehingga kami berharap
usulan ini segera ditindaklanjuti,” ungkapnya.
Ia berharap proses
penganggaran dapat berjalan sesuai rencana sehingga pekerjaan bisa dimulai
paling cepat pada pertengahan 2027.
Pelaksanaannya tetap
bergantung pada keputusan penganggaran oleh TAPD dan kesiapan Dinas PU sebagai
pelaksana pekerjaan.
Ia menegaskan, pembangunan kedua ruas jalan tersebut menjadi harapan masyarakat yang telah lama menunggu akses yang lebih layak untuk menunjang kegiatan sehari-hari.
“Kami berharap
pembangunan ini segera terealisasi. Masyarakat sudah sangat lama menantikan
jalan tersebut, dan harapan kami usulan ini benar-benar bisa ditindaklanjuti
pada 2027,” tutupnya. (Adv/Kriz)